Senin, 11 Januari 2010

PUASA MUHARRAM

Tahu ngga kalau ada puasa sunah yang dapat menghapuskan dosa kita? Namanya puasa Muharram. Puasa ini dilakukan pada tanggal 10 muharram. Pada hari itu kita disunahkan untuk menjalankan puasa karena dengan satu hari berpuasa itu akan menghapus dosa-dosa kita setahun yang lalu. betapa banyaknya pintu-pintu yang dibuka oleh Allah untuk menghapus dosa-dosa kita, tinggal kitanya saja. Mau menjalankan atau tidak! Subhanallah...

AYO MULAI MENGOLAH SAMPAH DARI SEKARANG!

WADOWH! ISU GLOBAL WARMING SEMAKIN HARI SEMAKIN HOT AJA YA. BERITANYA NGGA KALAH MENARIKNYA DENGAN KASUS BANK CENTURY..

SALAH SATU HAL YANG MERESAHKAN DAN BISA MENIMBULKAN PEMANASAN GLOBAL NEK MENURUTKU SAMPAH! WADUH, KALO UDAH BICARA SAMPAH PASTY NGGA AKAN ADA HABISNYA..

BTW, X-AN UDAH PADA TAHU BELUM KALO SAMPAH ITU TERBAGI DALAM 2 JENIS. SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK. SAMPAH ORGANIK KI KAYA SISA-SISA NASI, BUNGKUS TEMPE DARI DAUN JATI, KULIT WORTEL, KENTANG, DLL POKOKE YANG BISA BUSUK. NAH SAMPAH ORGANIK ITU BISA LOH DIBUAT PUPUK KOMPOS!

BIASANYA IBUKU SELALU MENGUMPULKAN SAMPAH2 ITU DALAM SATU WADAH, KEMUDIAN DIBERI TANAH. DIEMIN SAMPAI 2 BULANAN GITU. TRUS DIPAKAI WAT PUPUK TANAMAN-TANAMAN KAYA CABAI, SIRSAT, KELAPA, SIRIH, DAN ALHASIL, TANAMANNYA JADI GUEDHE-GUEDHE! CABAINYA JUGA JADI GEMUK-GEMUK KAYA AKU! HE..HE.. DAHSYAT, MAN!

KALAU SAMPAH YANG ANORGANIK ALIAS YANG NGGA BISA LAPUK, BISA KITA DAUR ULANG JUGA. KAYA BUNGKUS INDOMIE, BUNGKUS SUPERMIE, BUNGKUS MIE SEDAP, SAMA SEMUA YA? YO WES, BUNGKUS COFFE MIX, KOPIKO, CHIKI, TARO, MOLTO, RINSO, AQUA ITU BISA DIMANFAATKAN JUGA WAT BIKIN SOFTCASE LAPTOP, TEMPAT MAJIC JAR, SENDAL, SAMPAI ADA YANG NGOLAH JADI BAJU. KALO DITANGANKU MENTOK CUMA JADI DOMPET. LUMAYAN, KARENA JAHITE PAKAI TANGAN SEH!

HEM, SEBENARNYA KITA INI, MANUSIA ADALAH PEMBUAT SAMPAH TERBESAR DI DUNIA INI. APALAGI SEMAKIN MARAKNYA PERUSAHAAN MEMPRODUKSI PRODUK-PRODUK KONSUMTIF ITU MEMBUAT KITA JADI SEMAKIN BANYAK MEMPRODUKSI SAMPAH. BETUL?!

YAH, UNTUK KEPRAKTISAN YA. BELI PEWANGI, KOPI, SUSU, BAHKAN AIR PUTIH KITA NGGA PERLU REPOT BAWA TEMPAT DARI RUMAH. TINGGAL DATANG KE SWALAYAN AJA. COMOT SANA-SINI! BERES! LAIN BANGET DENGAN ZAMAN NENEK MOYANG KITA. KITA TERLALU DIMANJAKAN OLEH PARA PRODUSEN-PRODUSEN ITU.

KADANG KITA LUPA BAHWA HIDUP TAK BERHENTI SAMPAI SINI. SETELAH INI, ANAK CUCU KITA MASIH ADA, MASIH BUTUH HIDUP YANG LAYAK. BETUL???

KALO LINGKUNGAN UDAH KITA RUSAK, LALU BAGAIMANA KELANGSUNGAN HIDUP MEREKA NANTINYA?

AYO, BUDAYAKAN UNTUK MEMISAHKAN SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK. SAMPAH ORGANIK KITA BISA BUAT UNTUK PUPUK SEPERTI IBUKU CONTOHKAN TADI, SEDANGKAN YANG NON ORGANIK BISA DIBUAT ANEKA BARANG. JIKA KITA TIDAK SEMPAT MENGOLAH SAMPAH-SAMPAH TERSEBUT, PALING TIDAK SUDAH MEMBANTU ORANG LAIN MENGOLAHNYA KETIKA KITA MEMBUANGNYA.

DENGAN MEMISAHKAN SAMPAH DALAM WADAH YANG BERBEDA ITU AKAN DAPAT MENGURANGI TIMBUNAN SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH AKHIR, DI PIYUNGAN, BANTUL LOH! MAKANYA, SEMANGAT YAH WAT PILAH-PILIH SAMPAH!

KALAU ADA YANG MAU MELIHAT SEBUAH DESA YANG SUDAH MENGOLAH SAMPAHNYA, KAPAN-KAPAN MAEN AJA KE DESA WISATA SUKUNAN, SLEMAN, LETAKNYA MASIH DI DALAM KOTA KOK.. SELAMAT MENGELOLA SAMPAH YA, TEMANz!

MAAF

Sekilas kata itu mudah sekali diucapkan, tapi ngga semua orang loh berani dan legowo melakukannya!

Kata itu memang sangat dahsyat efeknya bagi orang lain. Apa lagi jika orang itu telah kita sakiti secara sengaja maupun tidak sengaja.

Memaafkan merupakan kata MaaF yang mendapat awalan me dan akhiran kan. karena dapat awalan dan khiran kata itu makanya memaafkan jadi hal yang sangat sulit dilakukan daripada minta maaf karena ngga dapat awalan dan khiran kata. he..he..he..

Memaafkan kadang sulit karena kita sudah disakiti oleh orang lain. Kadang malah sudah rugi TOTAL gara-gara sikap orang lain. Dalam agama Islam, kita dilarang untuk mendiamkan orang lain dalam artian kita marah kepada orang lain sampai-sampai kita ngga mau bertegur sapa, ngga mau melihat mukannya, bahkan sampai dendam kesumat, itu tidak boleh kita lakukan. Karena itu D-H-O-S-A!!!

So, Jika kita marah pada orang lain jangan sampai lebih dari 3 hari ya? 1 hari aja! Po 2,5 hari, tapi jangan genep 3 hari, walaupun sama konco! ha..ha..ha...

Karena Barang siapa yg mendiamkan saudaranya (marah) sampai lebih dari 3 hari, maka amal ibadah kita tidak akan diterima Allah SWT sampai mereka saling memaafkan.

Astaghfirullahal adzim..Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita. Amin

JALANAN MACET DI KOTA JOGJA

Siang itu jalanan kota Jogja tidak seperti biasanya. Jalan yang biasanya cukup lengang dan mudah dilalui motor pun kali ini penuh sesak dengan kendaraan. Mobil-mobil dengan plat luar kota memenuhi jalanan kota Jogja siang itu.

Ada apa dengan Jogjaku?

Jogja emg udah berubah. Pembangunan maju pesat di mana-mana. Penduduknya semakin banyak aja. Liat aja, tempat parkir di mall-mall selalu penuh dengan kendaraan, acara-acara musik dan pertandingan bola apa lagi! Orang JOgja kaya-kaya ternyata. Hampir satu orang pasti punya satu motor. Sayangnya, pertambahan kendaraan itu tidak lantas diimbangi dengan pelebaran jalan. Alhasil jalanan jadi ramai dan macet.

Ke mana Jogja yang berhati nyaman?

Kecelakaan hampir setiap jam terjadi saking ramainya jalan. Mengendarai motor aja susah bergerak. Yang biasanya sepuluh menit sampai, karena jalanan macet terpaksa lima belas menit. Kasian para pengendara motor Sport! Pasti mengeluh, "Jalanan di Jogja wes angel!"

hem, semoga setelah musim liburan ini selesai, JOgja ngga sepadat ini lagi. Ngga bertambah banyak lagi pendatang yang menetap di sini. he..he..he.. bukan mengusir atau pelit loh, tapi biar Jogjaku ngga kelebihan populasi penduduk. Jangan sampai dah Jogja mengikuti jejak kakak seperguannya Jakarta, Bandung, Medan. Cukup Jogja yang penuh dengan kesederhanaan, tidak terlalu ramai, yang penting bisa jadi lahan ku untuk cari nafkah.

I LOVE JOGJA. I will stay here forever. .
Wakakakakakakka...

HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA

Hidup ini memang penuh dengan keanekaragaman. Allah menciptakan manusia ke dalam laki-laki dan perempuan, dari laki-laki dan perempuan itu memiliki muka yang bermacam-macam, hampir tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang persis sama. Pasti ada bagian yang beda walaupun sedikit sekali bedanya. Subhanallah, ada berapa jumlah manusia, kok bisa ngga ada satu pun yang sama persis..

Keanekaragaman itu membuat manusia mengelompok sesuai dengan hal apa yang mereka yakini, yang mereka senangi, yang dekat di sekitar tempat tinggal mereka. Termasuk agama. Setiap orang bebas memilih agama yang sesuai dengan keyakinan mereka. Tapi bagi kita, agama yg paling benar di sisi Allah hanyalah Agama Islam.

Islam tidak pernah melarang kita bergaul dengan teman-teman non muslim, tetapi ada batasan ketika kita menjalankan ibadah habluminannas kita dengan mereka. Sedekat-dekat apa pun kita dengan teman-teman non muslim, ternyata kita diharamkan untuk mengucapkan selamat hari raya kepada mereka loh! Kenapa? Karena dengan kita mengucapkan selamat itu, secara sadar kita berarti telah mengakui akidah mereka,ada agama lain selain agama Islam.

jadi kita diwajibkan menjalin hubungan baik dengan teman-teman non muslim, tetapi jika masalah akidah, jangan pernah sekali-kali mencampur adukannya. Karena dalam surat Al Kafirun dijelaskan UNTUKMU AGAMAMU, UNTUKKU AGAMAKU. So, hati-hati ya kalau bergaul.

WUDHU LALU DIPEGANG LAWAN JENIS??? OUW!!!

Ketika kita masih kecil, setiap habis kita wudhu, kemudian tanpa sengaja atau memang disengaja kita bersentuhan dengan teman yang berlawanan jenis dengan kita. Lalu teman yang usil tersebut bilang, "BATAL LOH KOE NAK TAK DEMOK!" Bener ngga? Jangan ketawa aja loh baca tulisan ini! He..he..he..

Ternyata Ulama punya dua pendapat tentang hal ini. Ada yang menafsirkan bahwa bersentuhan dengan lawan jenis itu tidak batal, karena si ulama berpendapat bahwa yang dimaksud bersentuhan dua orang berlainan jenis dalam hadis itu adalah ALAT KELAMINnya yang bersentuhan. jadi kalo cuma bersentuhan tangan po badan, DENGAN CATATAN TIDAK DISENGAJA, maka tidak membatalkan wudhu. Tapi sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa bersentuhan bikin batal wudhu! terserah bagaimana Anda menyikapinya.

CERPENKU!!!!!!!!!!!!!!

KALA CINTA MENGGODA

Roni mengemasi semua barangnya. Ia memutuskan untuk segera pergi dari rumah. Pergi jauh, sejauh mungkin meninggalkan Maya, kakak perempuannya. Malam itu juga, Roni bergegas sebelum kakak perempuannya yang merupakan wanita karier itu pulang. Ia segera segera memanggil taxi untuk mengantarnya menuju Stasiun Pasar Senen. Ia telah memutuskan untuk pergi ke Jogjakarta.

Sekitar pukul enam pagi, kereta yang ditumpanginya sampai di Kota Gudeg. Ia segera menuju motel terdekat dan memesan satu kamar untuk beristirahat. Malamnya, Roni pergi ke tempat clubing untuk melepaskan penat dalam otaknya. Ia ingin melupakan peristiwa malam itu bersama Maya.

“ Ron, Kakak cape nih. Bisa minta tolong pijitin kakak ngga? ” pinta Maya yang tiba-tiba saja masuk kamar Roni malam itu.
“ Hem, Makanya, Kak May, kalau kerja tau waktu dunk! Masa kalau kerja dari pagi sampai malam sih, Kak? ” kata Roni.
“ Ron, Gimana kabar pacar kamu itu? Masih jadi pacar kamu to Diandra? ” tanya Maya sambil mengelus lembut kepala Roni.
“ Ya gitu deh! Emang kenapa? Tumben Kak May tanya tentang Diandra! ” jawab Roni.
“ Em, Kakak bisa minta tolong ngga, Say? ” tanya Maya yang tangannya semakin terampil membelai dada bidang sang adik yang kebetulan saat itu sedang memakai kaos ketat.
“ Duh, Kakak ini kenapa je? Roni risih nih dibelai-belai gitu sama kakak!” latanya sambil menyingkirkan tangan Maya dari dadanya.
“ Roni, Kakak mencintaimu. Makanya kakak mau mulai sekarang kamu ngga usah berhubungan lagi dengan Diandra. Hanya kakak yang boleh memilikimu. UTUH, Sayang! ” kata Maya sambil terus melancarkan aksi tangannya di badan Roni.
“ Kakak ini ngaco deh! Lihat! Aku ini Roni, adik Kak May! ” kata Roni sambil menghempaskan jari-jari Maya secara kasar.
“ Sejak ayah dan ibu meninggal dunia karena kecelakaan maut yang hampir merenggut nyawa kita sekeluarga, kakak sudah berjanji dengan diri kakak sendiri kalau kakak akan menjaga kamu seumur hidup kakak. Makanya kakak rela kerja keras sejak kecil demi kehidupan yang lebih layak setelah kepergian ayah dan ibu. Semenjak kamu menjalin cinta dengan Diandra dua bulan yang lalu, sepanjang hari kakak dihantui rasa takut kehilanganmu! Kakak takut, Ron! ” kata Maya sambil menangis.

Melihat kakaknya menangis, Roni tak kuasa melihatnya. Roni ingat betul bagaimana selama ini Kak May menjaga dan merawatnya sampai sering mengabaikan dirinya sendiri. Ia pun segera memeluk saudara satu-satunya itu. Suasana pun menjadi haru. Di tengah keharuan itu, tiba-tiba saja Maya melakukan hal yang jauh dari dugaan Roni. Tiba-tiba saja ia melepaskan bajunya dan menghambur ke pelukan Roni.

Roni yang disambar seketika itu cuma bisa menurut apa yang diperbuat Maya. Tangis Maya tadi membuatnya kehilangan akal sehat karena ia dilanda perasaan hutang budi yang sangat banyak kepada kakaknya itu. Selain itu, kata-kata Maya bahwa alasan utama mengapa dirinya yang sudah mendekati usia kepala tiga itu tidak juga mau menikah, padahal banyak laki-laki yang berusaha mendekati Maya adalah karena Roni, membuat sesak dan bingung pikiranya. Bagai kerbau dicocok hidungnya, Roni pun menuruti birahi Maya. Akhirnya malam itu hubungan terlarang antara kakak beradik itu pun terjadi juga.

#######

Esok harinya, Roni memutuskan Diandra, wanita cantik yang dua bulan lalu ia kenal pada saat acara makrab kampus dan berhasil memikat hatinya itu hanya melalui telepon. Sakit memang, tetapi itu terpaksa ia lakukan karena Roni tidak ingin ada orang yang tahu keberadaannya sekarang, terlebih kakaknya.

Roni berusaha hidup di Jogjakarta. Berbekal uang tiga ratus ribu ia berusaha hidup di Jogja. Sadar semakin lama uangnya semakin menipis, ia pun berusaha mencari pekerjaan. Badan kekar Roni yang didapatnya karena latihan beban menjadi bekal bagi dirinya untuk melamar pekerjaan sebagai instruktur fitness di sebuah Gym di Kota Gudeg itu. Beruntung, di pusat kebugaran tersebut sedang mencari instruktur fitness freelance karena instruktur mereka ada yang sedang dirawat di rumah sakit.

“ Waw, Mbak Ida, pinter banget sih pilih pegawai? ” kata ibu berbaju senam ketat itu sambil berkedip pada Roni.
“ Iya, nich, Mbak Ida pinter menebak apa yang disuka para member-nya, ” kata temannya, kali ini seorang tante karena mukanya lebih muda daripada ibu berbaju senam tadi sambil mencubit lengan Roni.
“ Ah, ibu-ibu ini bisa saja! ” kata manajer gym yang dipanggil Ida itu sambil memperkenalkan karyawan barunya pada ibu-ibu ganjen yang kebetulan sedang fitness sore itu.
Tidak heran jika Roni menjadi instruktur paling laris semenjak itu. Member yang kebanyakan adalah ibu-ibu dan remaja putri itu selalu ingin dilatih oleh Roni ketika latihan beban. Ada-ada saja tingkah mereka untuk menarik perhatian Roni yang mirip artis, Primus Yustisio itu.

“ Cape nih 8 jam kerja melayani member yang capernya minta ampun itu! ” kata Roni sambil mengusap keningnya dengan handuk.
“ Yah, Resiko pekerjaan lah, Bos! Beruntung kamu masih baru, tapi sudah sangat terkenal di kalangan member. Bentar lagi pasti diangkat jadi karyawan tetap di sini, ” kata Arnold, teman sesama instruktur. “ Kita main billyard yuk! Ada kompetisi billyard loh malam ini! Pasti seru! Banyak cewek-cewek cantik juga pasti di sana! Gimana? ”
“ Males, Nold. Cape! Mana besok aku dapat jaga shift pagi! ” jawab Roni.
“ Ayolah, ikut saja! Ntar aku kenalkan dengan teman-temanku! Siapa tahu bisa nambah networking kamu di Jogja! Hehehehehe.. ” ajak Arnold sambil menghisap dalam rokok yang sedari tadi dipegangnya.
#####

Akhirnya, berkat bujukan Arnold, Roni pun datang ke Cafe Laba-Laba untuk menyaksikan turnamen billyard, semi final nine ball competition. Suasana sudah sangat ramai padahal jam baru menunjuk angka delapan. Suara musik dugem, gelak tawa para pengunjung, bau minuman keras, dan pemandangan cewek lalu lalang dengan tanktop dan rok mini terlihat jelas di Cafe Laba-Laba yang remang-remang itu. Hitung-hitung usaha melupakan masalahnya daripada suntuk di kamar kosnya yang hanya berukuran 2 x 3 meter, begitu pikirnya.

“ Ron, nich aku kenalkan dengan teman-temanku! Ini Bagio, Albert, Sodik, ini Tomi, dan ini masternya billyard, di sini, Mr. Sarmento, ” kata Arnold sambil menunjuk teman-temannya untuk Roni.
“ Suka billyard juga, Ron? “ kata Bagio.
“ Ya, sedikit! “ jawab Roni.
“ Kalau gitu kapan-kapan mampir lagi kemari, kita maen bareng, “ kata Sodik sambil menawarkan rokok pada Roni.

“ Pertandingan semifinal nine ball competition segera dimulai, buruan siap-siap! “ kata laki-laki berbadan tinggi nan kurus itu kepada Mr. Sarmento. Dan yang bernama Mr. Sarmento pun segera bergegas mengikuti laki-laki itu.
“ Ayo kita mendekat. Di sini view-nya kurang dapat. Pindah sana aja yuk! “ ajak Tomi pada Arnold cs.
“ Em, aku di sini dulu aja. Tadi udah terlanjur pesen minum soalnya! ” kata Roni.
“ Okey, kami tunggu di ujung sana ya, Bos! “ kata Arnold sambil menunjuk arah barat.
“ Oke! Ntar aku susul kalian, ” kata Roni dengan suara berat.

Tak berapa lama kemudian seorang wanita dengan kulit sawo matang dengan mengenakan kemben dan rok mini mengantarkan wine pesanannya. “ Apakah mau saya temani, Mas? “ tanya wanita itu. Dengan cepat Roni menjawab, “ Tidak, Terima kasih, Mbak!”

Dari kejauhan, ada sepasang mata yang dari tadi telah mengamati Roni lekat-lekat. Ia pun mendekati Roni. “ Kenapa, Sob? Kok dari tadi aku perhatikan cuma diam saja. Melamun ya? “ tanyanya. “ Eh, Kamu, Bert. Kok ngga liat pertandingan billyard-nya malah ke sini? “ tanya Roni pada Albert. “ Mau rokok ? “ tanya Albert. “ Ngga, makasih, “ kata Roni.

Mereka berdua kemudian malah ngobrol dengan sangat asyik. Sampai-sampai semifinal nine ball competition-nya telah menemukan juara yang bakal masuk ke final. “ Loh, kalian ini mau nonton billyard apa mau jagongan? “ tanya Arnold. “ Seru banget loh pertandingannya tadi. Mr. Sarmento tadi bikin gebrakan baru dalam dunia per-billyard-an! ” kata Tomi sambil meninju lengan Mr. Sarmento.
“ Serius amat? Ngobrol apaan sih, Ron? “ tanya Arnold.
“ Ngga kok kita cuma ngobrol hal-hal ringan aja! Ya kan, Bert? “ suara Roni meminta dukungan . “ Iya begitulah! “ kata Albert santai.
“ Yuk makan gudeg? Jalan Solo aja! Mak nyus pasti malam-malam gini! Kan ada yang mau syukuran? “ kata Bagio sambil melirik Mr. Sarmento. Dan yang dilirik pun melotot ke arah Bagio.

#####

“ Mau ketemu di mana, Man? “ tanya Roni.
“ Ketemu di Gerbong Cafe aja, Man! “ jawab suara di ujung teleponnya.
“ Yak! Bentar lagi aku sampai, kita ketemu di sana. Bye! “ suara Roni mengakhiri teleponnya.
Lima belas menit kemudian Roni telah sampai di Gerbong Cafe dan melambaikan tangan pada Albert yang telah duluan datang.
“ Mau mesen apa? “ tanya Albert.
“ Aku mau kopi tubruk aja sama pisang goreng,” pesan Roni. Cafe ini memang unik. Bangunannya terbuat dari kayu dan nuansa jawa sangat kental di sini. Gending jawa juga menjadi sajian gratis bagi setiap pengunjung cafe ini. Kopi tubruk adalah salah satu baverage paling TOP di sini.
Semenjak ketemu di Cafe Laba-Laba tempo hari, Albert dan Roni memang sering jalan dan nongkrong bareng. Ada banyak kecocokan dalam diri mereka sehingga jalinan itu semakin kuat terjalin.

“ Ron, aku bersyukur sekali dipertemukan Tuhan sama kamu. Entah apa jadinya jika aku ngga segera ketemu kamu. Makasih ya, kamu sudah mau menjadi temanku, “ kata Albert.
“ Iya, sama-sama. Aku juga senang bisa kenal sama kamu. Sedikit demi sedikit aku bisa melupakan rasa traumaku yang begitu dalam pada sosok yang bernama wanita, kakakku!” kata Roni dengan padangan kosong menuju gelas didepannya.
“ Ron, aku mau jujur sama kamu. Aku sebenarnya adalah seorang gay. Setengah tahun lalu aku telah bercerai dari Michael, seorang teman berkebangsaan Amerika yang aku nikahi dua tahun lalu. Hubungan kami kandas karena ia kepergok berselingkuh dengan laki-laki lain. Terus terang aku sakit banget waktu itu, tapi setelah ketemu kamu, semua berubah! Aku kembali menemukan kasih dan keceriaan yang dulu sempat pergi jauh dari hidupku! Aku bahagia denganmu, Ron! “ kata Albert.
“ Aku juga merasakan hal yang sama. Aku merasa tenang aja jika berada di dekatmu, Bert!” kata Roni.
“ Apakah kamu mencintaiku? Sayang? “ tanya Albert tiba-tiba.
Yang ditanya pun langsung tersedak dan menyemprotkan coca-cola yang diminumnya. “Aku sendiri ngga tahu perasaan apa ini, tapi sejak malam itu, aku memang takut menjalin hubungan lagi dengan makhluk yang bernama perempuan! Aku sangat trauma dengan makhluk itu. Sementara denganmu aku memang merasa ada sesuatu yang lain. Yang tidak aku dapatkan sebelumnya, ” kata Roni.
“ Kalau gitu kenapa kita tidak meresmikan hubungan kita? Gimana kalau kita menikah saja, Ron? Aku ingin melamarmu sekarang! Kita menikah di Australia saja karena di negara ini tidak ada pernikahan bagi kaum gay. Bagaimana, kamu setuju? Kalau perlu kita berganti kewarganegaraan dan tinggal selamanya di sana. Bagaimana? Biar hidupmu juga lebih tenang. Ngga ingat Maya terus!“ kata Albert dengan penuh optimis.
“ Oke, aku setuju! “ jawab Roni mantap.
“ Kalau begitu beres! Aku akan segera menyuruh orang-orangku mengurus kepergian dan pernikahan kita ke Ausi! ” kata Albert sambil tangannya sibuk memencet tombol-tombol dalam handphone-nya.

#####
Cafe Laba-Laba kembali menjadi saksi pertemuan dua sejoli yang sedang kasmaran, Albert dan Roni. Warna hitam menjadi seragam mereka malam itu.
“ Wauw, So sweeeeet banget kamu pakai hitam, Say! “ kata Albert sambil memeluk Roni yang baru saja datang.
Yang disambut pun tersenyum dan membalas pelukan Albert. “ Udah lama? Kok meja masih kosong? Mana Arnold, Sodik sama Tomi? “ tanya Roni.
“ Mereka terjebak macet di Jalan K.S.Tubun. Katanya sulit muter haluan, ” kata Albert sambil menghisap rokoknya.
“ Sial bener mereka! “ kata Roni.
“ Say, besok pagi aku harus terbang ke Timika. Ada sedikit kerjaan di sana. Mendadak! Aku baru dapat kabar tadi sore, “ kata Albert.
“ Emang ngga bisa ditunda atau diwakilkan sama Erick? “ tanya Roni dengan muka sedih.
“ Maaf, tapi ini urgent dan harus aku sendiri yang ke sana. Ada klaien besar yang harus segera ditangani kalau tidak aku ngga jadi dapat order. Yah, itung-itung buat modal kita ke Ausi kan? He..he..he..” Albert berusaha mencandai Roni yang sepertinya begitu berat melepaskannya.
#####

Pagi ini gym tempat Roni bekerja ramai sekali. Apa lagi kalau bukan ibu-ibu dan tante-tante yang ingin berlatih fitness bareng trainer favorit beberapa bulan terakhir, Roni. “ Aduh, mata masih ngantuk nih, semalam pulang clubbing jam 1. Tapi, demi melihat Roni, ya gue bela-belain bangun pagi dah! “ kata Tante Sonia yang anaknya sudah empat, tetapi marah kalau dipanggil ibu itu.

Sementara sang bintang, pagi ini kurang memberikan performa yang baik. Kepergian Albert membuat gairah hidupnya menurun. Ya, walaupun cuma seminggu Albert pergi, tapi Roni benar-benar merasa kehilangan.

Rasa haus membuat Roni untuk mengambil minum di sela-sela kesibukannya melayani member. Rasa kangen terhadap Albert membuatnya tidak tahan untuk meraih handphone yang ada di loker karyawan dan menelepon Albert. Namun tidak aktif. “Tidak seperti biasanya!” guman Roni. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali melayani member agar tidak terbebani oleh pikirannya sendiri.

Sambil menunggu ibu-ibu itu melakukan latihan, Roni mengganti channel TV yang ada di ruang fitness ke channel berita. Berita kebakaran kembali melanda Jakarta tadi pagi, dilanjut dengan berita kecelakaan pesawat. Ketika mendengar pesawat yang jatuh adalah pesawat dengan tujuan Timika, Papua, jantung Roni langsung berhenti sejenak. Apa lagi ketika penyiar menyebutkan nama-nama orang yang meninggal dunia, ada nama seseorang yang tidak asing lagi bagi dirinya. Albert menjadi salah satu korban meninggal dunia itu. Tak terasa air matanya menetes. Roni menangisi kepergian Albert, kekasih hatinya itu. Tiba-tiba ada tangan kekar yang meraih pundaknya dan berkata, “ Sabar, Man! Aku turut berduka cita,” kata Arnold mencoba menghibur.
#####

Pemakaman Albert siang itu dilakukan di Pemakaman Umum Jeruk Purut Jakarta. Sebenarnya Roni enggan menginjakkan kakunya lagi di Jakarta. Tapi, demi memberikan penghormatan terakhir pada kekasihnya, ia pun akhirnya terbang ke Jakarta.

“ Kenapa kamu mengingkari janjimu hidup denganku di Australia? Ternyata aku benar-benar kehilanganmu. Aku benar-benar ngga tahu lagi bagaimana cara melanjutkan hidupku tanpa kamu disisiku. Aku . . . ” suara Roni menangis di pusara Albert. Cukup lama ia menangis di sana.

Ketika hendak meninggalkan pusara Albert, ia sembat mengamati makam-makam di sebelah Albert. Matanya terbelalak saat melihat bahwa di sebelah kanan makan Albert, ada nisan warna merah yang bertuliskan nama Maya Soraya Binti Harjowiyono. Betapa terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Dari pusaranya tertulis bahwa ia meninggal seminggu yang lalu. “ Tuhan, Apa salahku sehingga kau siksa aku seperti ini? Kenapa aku harus menerima ujian seberat ini, Tuhan??!!! Kau ambil semua yang paling berarti dalam hidupku! Kenapa? Kenapa?!” teriak Roni yang membuat para takziah yang kebetulan sedang nyekar terheran-heran.

#####

Rabu, 16 Desember 2009

CERPEN KEDUA

BONEKA BERUANG NATAYA

“Brak!” terdengar bunyi pintu yang dibanting. Tanpa melepas sepatunya, Nataya si gadis tomboy itu membanting tubuhnya di atas ranjang dan melempar tasnya hingga mengenai almari.
Tak berapa lama kemudian terdengar alunan musik rock yang sengaja dibunyikan keras-keras dari kamarnya. Sang gadis mulai membuka laptop dan menyalakannya, jendela facebook sudah terlihat di layar laptopnya. Obrolan dengan teman barunya, Togi di facebook pun segera dimulai.
Sudah hampir satu bulan ini Naya mengenal Togi yang dikenalnya lewat jejaring sosial, facebook. Bagi Naya, Togi adalah teman yang asik diajak ngobrol. Makanya sejak berkenalan dengan Togi, waktunya banyak dihabiskan untuk online dan ngobrol bareng Togi. Saking asiknya online, kadang Naya jadi suka lupa makan, bahkan mandi sore kalau tidak diingatkan oleh Togi.
Togi adalah angin surga bagi Naya, pasalnya, sebagai anak tunggal yang punya orang tua super sibuk, at least di rumah ia selalu kesepian. Ayahnya yang seorang nahkoda sering bepergian mengarungi lautan sampai ke luar negeri dan pulang ke rumah enam bulan sekali. Ibunya yang kepala dinas di sebuah lembaga milik pemerintah itu juga sibuk bekerja setiap harinya. Untungnya ada Bi Ijah dan Mang Ujang, pembantu setianya sejak ia masih bayi yang selalu menjadi pengganti orang tuanya.
tulis Nataya mengawali percakapan.
balas Togi.



kalo ada temanmu yang dihukum gara-gara lupa ngga ngerjain PR kan?>

di SMU PELITA NUSANTARA dilupakan begitu aja! Ntar kalau marah kakak yang repot
harus beliin cokelat dunk wat kamu. Itu masih mending, kalau kakak jadi kehilangan teman
online yang bisa menghibur kakak saat sedang BETE, kakak juga yang desih. he..he..he..>




spesial dan ribet. Banyak main aja lah biar ngga stres dan berdoa absolutely>

Begitulah kurang lebih obrolan Nataya dan Togi ketika sedang online. Keakraban di antara mereka seakan mereka sudah kenal lama.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pagi itu Nataya masih tidur ketika bunyi lagunya Lenka, Troubel Is A Friend yang jadi ringtone di Hp-nya berbunyi tak henti-hentinya. Dasar tukang tidur, udah pukul 06.19 ketika HP-nya berbunyi, ia tak jua bangun. Berkali-kali HP-nya berbunyi, namun Naya tak juga bangun. Sampai akhirnya, karena mimpi dikejar anjing, ia pun terbangun dan masih setengah sadar, ia pun mengangkat telepon dari sahabatnya, Rosalina.
“Ke mana aja sih, Nek? Gue telepon berkali-kali tapi ngga loe angkat-angkat?” tanya Rosalina.
“Gue masih ngantuk nich, ntar dah gue telepon loe lagi! Pusing banget nich kepala! Gue habis mimpi dikejar anjing. Mana di mimpi itu, tuch anjing ngigit rok gue waktu gue lagi lari. Trus orang-orang pada ngetawain gue! Malu! Sial banget emang tuch anjing!” jawab Nataya.
“Wakakakakakakakaka....Lucu banget mimpi loe! Emang kapan Loe pernah pakai rok? Trus gimana ending ceritanya?”
“Wadoh, sial loe, malah ngetawain gue! Pusing nich kepala gue! Bangun mendadak tanpa pemanasan lebih dahulu!”
“What?! Ya, maap deh kalau telepon pagi-pagi saat tuan putri sedang tidur. Emang Loe ngga inget ya kalau hari ini pengumuman siapa-siapa aja yang lolos jadi mahasiswa Universitas Negeri Roro Jongrang?”
“Iya, tapi kan ngga perlu pagi-pagi gini, Ros! Ntar siang juga pengumumannya masih sama kan, ngga bakal ilang?!”
“Dasar nenek! Elo keterima, Nek di Teknik Kimia!”
“Alpha? Gue keterima?!!! Ngga salah liat Loe? GUE? Nataya Prabu Kirana?
“Yup!”
“Wah, gue keterima, Ros? Uh, bisa ketemu Togi dunk gue tiap hari. Beneran, Ros? Yaken??!!”
“Dasar loe! Togi..Togi..Togi..mulu di otak Loe!

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini adalah saatnya registrasi bagi mereka yang dinyatakan diterima di Universitas Negeri Roro Jongrang. Naya yang biasa bangun siang, pagi ini udah ready akan berangkat ke Graha Nogosari Universitas Negeri Roro Jongrang yang letaknya di luar kota.
“Rosa kok lama banget seh? Gue udah ngga sabar nich jadi mahasiswa teknik industri. Biar bisa ketemu Kak Togi..Kak Togi..Kak Togi..hi..hi..hi..” guman Naya sambil senyum-senyum sendiri.
Tiiin..tiiin...tiin...tiin...tiin!! suara mobil milik Rosalina akhirnya terdengar juga.
“Bi, Naya berangkat dulu yah!”
“Loh, ngga makan dulu, Mbak Naya? Ibu tadi pagi pesan Mbak Naya disuruh makan dulu dan minum multivitamin BERGAS WARAS ini sebelum berangkat, “ kata Bi Ijah mengingatkan.
“Ngga usah dah, Bi, makanan dan multivitaminnya buat Bi Ijah dan Mang Ujang aja! Oke?! Da, Bibi!”
“Mbak..mbak..Minum susu dulu aja kalau gitu. Ntar ibu marah kalau tahu, Mbak!”
Naya tidak mengindahkan perkataan Bi Ijah dan berlalu meninggalkan ibu setengah baya yang mengenakan baju kebaya itu.
…...........................................................................................................................................

“Ayo, Bu kita berangkat sekarang! Gue dah ngga sabar nich!” kata Naya pada Rosa.
“Oke, Nek. Btw, pembokat Loe kenapa tuch?” tanya Rosa.
“Biasa, gue disuruh minum susu, nyarap roti, dan minum multivitamin. ha..ha..ha...”
“Ha..ha..ha..ya,,ya,,ya,,ngga bosen ya ia ngasih tahu cewek bebel kaya Loe ini?!” kata Rosa.
“Bebel gini, tapi banyak yang naksir, Bu!”
Setelah perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, akhirnya sampai juga di Gedung Graha Nogosari. Mereka benar-benar terbelalak melihat antrean panjang yang membuat malas untuk masuk kedalamnya.
“Aduh, kenapa harus antri sih? Mana ngga bole diwakilkan lagi registrasinya! Males banget sih! Duh, anjrit! Kenapa gue pakai baju item? Ketombe sih siapa takut! Tapi panasnya bakal ngga ketulungan nich!” keluh Rosa.
“Udah! Bawel aja Loe! Ayo buruan, keburu yang antri tambah banyak! Kita bisa kehabisan nomer antrian ketemu Togiku! ow..ow..ow..” ajak Naya.
Mereka pun bergegas masuk dalam antrian ribuan manusia yang berbaris hendak melakukan registrasi Universitas Negeri Roro Jongrang.
“Duh. Buju buneng! Panas, Nek!” seru Rosa.
“Ya..ya..ya..kalo pengen dingin mending ke mall aja, Mbak!” sahut Naya.
Sudah dua jam menanti, tapi loket registrasi masih jauh aja dari pandangan. Suasana makin ramai dan panas, maklum udah banyak orang, ngga banyak pohon peneduh, dan matahari pun seakan tidak mau berkompromi karena memancarkan sinar yang begitu menyengat siang itu.
Dalam keadaan yang genting itu, tiba-tiba tangan Nataya ada yang memegang, kemudian menyeretnya keluar dari antrean.
“Hei, apa-apaan ini? Kurang ajar banget sih!” umpat Naya.
“Mau dibawa ke mana teman gue? Loh, kenapa ngga gue aja sih yang elo culik, Cowok ganteng?!” canda Rosa.
“Halo, Sayang!” sapa cowok asing itu sambil tersenyum ramah.
“Sayang? What's?!! Siapa Loe berani memanggil gue sayang? Sayang-sayang! Kepale Lo Peyang?” seru Naya.
“Busyet, galak amir sih, Naya!” ujar cowok asing itu.
Cowok itu kemudian mengeluarkan sesuatu dari tas yang dari tadi ditentengnya. Ternyata sebuah boneka beruang, kemudian memberikannya kepada Naya. Naya benar-benar terkejut. Bagaimana tidak terkejut melihat barang kesayangannya semasa kecil yang telah lama hilang, tiba-tiba ada dihadapannya dan diberikan oleh makhluk yang tidak ia kenal sama sekali.
“Gimana caranya Loe bisa dapetin boneka ini? Kenapa Elo bisa punya boneka yang mirip banget dengan punya gue yang selama ini hilang? Aneh!” guman Naya sambil meraih boneka itu dan menciuminya.
“Ini memang boneka gue! gue sangat ingat baunya. Dan gue pernah kasih tanda di pantat boneka itu. Dan ini memang punya gue. Gue kehilangan boneka ini ketika masih TK. Boneka ini dulu dicuri oleh cowok super badung yang rumahnya satu komplek ma gue! Sampai saat ini gue masih sangat membencinya. Gue ngga tau di mana tuch orang sekarang! Tiba-tiba ngilang begitu aja habis nyuri boneka kesayangan gue! Sampai kapan pun gue ngga akan pernah lupa bagaimana dia selalu mengejek gue, tomboy dan membuat gue selalu menangis tiap main ma dia. Sebenarnya Loe ini siapa?” kata Nataya panjang dan penuh penghayatan.
“Ternyata Loe masih membenci cowok badung itu, Princes?” celetuk cowok itu.
“Princes?!! Kok sama dengan panggilan Kak Togi padaku saat online?” kata Naya heran.
“Udah lah, Nay, itu paling cuma kebetulan, mending kita pergi aja dari sini. Antrian makin banyak tuch! Ayo buruan gih!”
“Tunggu, jangan pergi dulu!” kata cowok asing itu sembari merapatkan tubuh Naya ke badannya yang kekar. Cowok itu kemudian mendekap tubuh Naya dan membisikkan sesuatu pada Naya. “Gue, Reza, Princes!” kata cowok asing itu.
“Ngga mungkin!” tanya Nataya.
“Coba tatap gue lekat-lekat, Nay?” kata cowok itu sambil melepaskan dekapan tubuh Nataya.
“Reza?! Loe Reza?! Kenapa tahu kalau gue di sini? Gue benci Loe!“ kata Nataya seraya berlalu dari cowok asing yang mengaku teman kecilnya yang bernama Reza itu.
“Tunggu, Nay! Kedatangan gue ke mari ngga lain cuma ingin minta maaf atas smua kesalahan yang pernah gue lakukan sama Elo! Gue juga mau bilang kalau sebenarnya Togi itu ya Reza, gue, Nay! Selama ini gue berpura-pura jadi Togi karena gue tahu, Loe sangat membenci gue! Cuma itu satu-satunya cara biar gue bisa minta maaf sama :oe!” kata Reza.
Nataya terdiam. Tanpa sadar air matanya pun meleleh mendengar pengakuat teman masa kecilnya, Reza. Hatinya benar-benar hancur dan bingung. Di satu sisi ia mulai menyukai teman dunia mayanya, Togi, di sisi lain ia sangat membenci teman masa kecilnya, Reza.
“Gue tahu Loe benci gue, karena dulu mamimu pernah bilang itu pada mamaku ketika mereka ngga sengaja ketemu saat tugas dinas. Bertahun-tahun gue mengumpulkan keberanian untuk meminta maaf sama Loe, Nay. Dan ketika marak-maraknya facebook, gue berpikir, mungkin ini jalan Tuhan untuk gue semakin membulatkan tekad agar bisa meminta maaf sama Loe, Nay. Gue sayang sama Loe, Nay! Terlalu sayang! Mau kan Loe terima maaf gue?”
Semakin deras air mata Naya yang terdiam bak patung. “Nay, gue pikir, Loe sebaiknya baikan ma Reza atau Togi ini. Ngga ada baiknya memendam kebencian. Apalagi ia udah ngaku salah dan minta maaf,” kata Rosa sambil memekuk sahabatnya itu.
“Oke, gue maafin elo! Tapi dengan satu syarat!” ujar Naya sambil senyum-senyum.
“Apapun yang Loe mau bakal gue lakuin! Asal Loe mau memaafkan Gue!”
“Oke! Gue mau sekarang juga Loe lari keliling lapangan sambil bawa tulisan, GUE MIRIP BERUANG! Gimana? Berani melakukannya?” kata Nataya.
“Oke kalau itu bisa bikin Loe maafin gue! Gue bakal melakukannya. Lihat ya!”


< Angie Chan, des, 2009 >

CERPENKU KIE!!!!!!!!!!!!

JAKA TARUB

Alkisah, di sebuah negeri khayangan, berdirilah sebuah istana yang sangat terkenal bernama ISTANA SANTAI SEJENAK. Di dalam istana ini terdapatlah tujuh bidadari yang cantik jelita dan sangat terkenal di jagad khayangan. Banyak pangeran yang berlomba-lomba untuk mendapatkan hati para bidadari ini, tapi tak satu pun yang berhasil mendapatkan mereka. Alhasil pangeran-pangeran itu cuma bisa gigit jari, namun mereka bertekad dengan cara apapun harus bisa mendapatkan sang bidadari.
Ternyata, ketujuh bidadari itu punya tips jitu untuk senantiasa awet muda dan mempercantik diri mereka. Sebulan sekali mereka wajib turun ke bumi dan mandi di Sungai Sepanjang Masa yang dipercaya punya khasiat membuat awet muda dan mempercantik bagi wanita dan memperganteng bagi laki-laki. Seperti sore itu, Bandara Internasional Khayangan “Mabur Mudun” terpaksa ditutup sementara karena para bidadari akan turun khayangan menuju Sungai Sepanjang Masa.
“Aduh, senangnya bisa turun khayangan! Ngga melulu dikurung di istana. Udah ngga sabar bisa main air,” kata Bidadari Kuning.
“Yuppy! Makanya dari dulu 17 tahunnya, jadi diizinkan ayah turun ke bumi. Ntar mainnya jangan kepuasan ya! Kalau hampir gelap segera bersiap-siap pulang kalo tidak akan kami tinggal,” nasehat sang kakak, Bidadari Violet.
“Oke, kakak!” kata si bontot, Bidadari Kuning.
“Eh, tas kosmetikku mana? Kok ngga ke bawa ya? Tadi rasanya aku bawa. . Mana sih?!“ Bidadari Hijau bingung mencari tas kosmetiknya dan bikin heboh pesawat Mabur Dhewe Nganggo Selendang Airways.
“Aduh, kowe ki heboh banget to, Jo! Biasa wae to! Ntar pake punyaku wae! Luweh lengkap! Emang kapan koe ndue po tas kosmetik?!” kata Bidadari Biru.
“Waduh, Kak Biru emang pangerten! Sunblock mana, Kak? Sabun cair? Shampoo anti ketombe? Batu apung? Apa lagi yak........?!?!” Bidadari Hijau sibuk mengobrak-abrik isi tas kosmetik Kak Biru.
“Walah, Kok malah diacak-acak ki kepiye jal?!!!!!” gerutu Biru.
Tititit..tiiiitit...tititit...titit...suara telepon berbunyi. “Say, aku lagi mau turun khayangan nich! Udah ngga tahan, rambut udah lepek, badan dah lengket-lengket begini.... Wadoh!!! Iya, besok sore aku pasti datang arisan. Jangan lupa bawa barang pesenanku.....Apa?!!! Barangnya belum jadi? Gimana seh? Niat jualan ngga sih??!!” suara Bidadari Pink yang sedang menelpon temannya.
“Aduh, Kalian ini, Heboh banget?! Mau berangkat pa ngga? Nek emang mau segera turun. DIAM! Handphone matikan! CEPET! Keburu matahari angslop!” seru kakak tertua yang punya nama Bidadari Merah marah-marah pada adik-adiknya.
“Ya nich! Tenang dunk biar lebih cepet sampai dan bisa lama mandinya!” kata Bidadari Putih.
“Perhatian-perhatian kepada para bidadari yang akan turun ke bumi, dimohon untuk segera mengenakan sabuk pengaman dan mematikan TG-nya demi kelancaran penerbangan,” seru Announcer mengingatkan dari microfon.
“Bagi yang memiliki penyakit jantung persiapkan obat tidur anda. Bagi Anda yang penakut, silakan membatalkan penerbangan supersonik yang pasti akan memacu adrenalin Anda. Bagi Anda yang suka mabuk udara atau penyakit-penyakit mematikan yang lainnya, dimohon untuk meminum obatnya masing-masing agar tidak menyusahkan selama perjalanan. Bagi mereka yang tidak membawa obat bisa menghubungi pramugara kami. Kami juga menyediakan bagor bagi anda yang hobi muntah. Aneka kudapan khas Sungai Sepanjang Masa telah siap dihadapan anda agar perjalanan Anda lebih nyaman. Silakan anda nikmati. Perjalanan memakan waktu 15 menit kurang tiga detik, persiapkan jantung anda sekarang!” kata announcer mengingatkan lagi.
“WuZZZZZZZZZzzzzzzzhhhhhhh.....” suara pesawat beranjak turun ke bumi.
*******************************************

“Akhirnya sampai juga! Ayo serbuuuuuuu!!!” kata Bidadari Kuning.
“Lepaskan dulu selendangmu! Taruh sana! Pakai kemben aja kalau mau mandi di sini!” pinta Sang kakak, Bidadari Pink sambil menunjuk semak-samak yang ada batunya cukup besar.
“Oke, kakak! Woaaaaaaa!!!” kata Kuning yang sudah tidak sabar untuk bermain air.
ByuuuuuuuR..jebar-jebur..bunyi air sungai ketika para bidadari mulai memasuki sungai.
Cekikik..cekikikk...cekikik..cekikik...suara tawa para bidadari yang renyah saat mereka sedang mandi di sungai.

Tidak jauh dari tempat para bidadari itu mandi, ada seorang pemuda tampan nan gagah perkasa sedang melakukan pengembaraan. Pemuda itu dikenal dalam sejarah manusia, bernama Jaka Tarub. Karena tadi pagi mendapatkan sumbangan rendang jengkol yang super duper pedas dari seorang warga di seberang desa ketika ia singgah di desa tersebut, sekarang ia mendadak ingin boker. Hasratnya untuk menunaikan panggilan alam itu pun segera ia tunaikan ketika melihat di depannya ada sebuah sungai.

“Adoh, udah ngga tertahan lagi nich! Wah, kok ramai banget sungainya. WoW vitamin A nich! Cakep-cakep bener nich putri-putri ini? Apa aku lagi mimpi?” guman Jaka Tarub sambil mengucek-ucek matanya.
“Malu ah kalau beol di sungai. Di balik batu ini aja kali ya? Iya dah, di sini aja. Toh masih bisa memandangi putri-putri ini mandi. Lumayan! Suweger! ! !“
Broootttttt...tttttt...suara alam sang Jaka mulai menjalankan misinya. “Uwah, akhirnya selesai juga! Njuk le cawik piye? Masa ngga cawik? Wah, kebetulan nich! Ada kain warna-warni nganggur. Ada putih, , pink, , kuning, , ijo, , ungu, , merah, , biru, , pilih yang mana ya wat ngelap? Em, yang kuning aja! Biar sama warnanya! Trus tinggal dibuang aja, beres!” kata Jaka Tarub yang tidak tahu bahwa itu milik para bidadari yang sedang mandi.
“Ayo, adik-adik kita kembali ke khayangan! Hari sudah semakin sore dan matahari sudah hampir tenggelam. Cepat ambil selendang kalian masing-masing untuk naik ke khayangan karena tidak ada penerbangan di bumi yang menuju ke khayangan! Buruan! Matahari sudah hampir tenggelam, hari hampir gelap..ntar kita tersesat lagi di awan kalau tidak cepat!” kata Kakak tertua mengingatkan.
“Kuning, buruan pakai selendangmu! Udah ngga keburu nich kalau kamu lama!” seru Bidadari Putih yang melihat adiknya clingak-clinguk saja.
“Iya, tapi mana selendangku, Kak!? Kok ngga ada?” kata Bidadari Kuning panik.
“Lha kamu tadi naruhnya di mana, Ning?! Saking exited-nya pasty kamu tadi sembarang aja naruh selendangmu ya?” tanya Bidadari Hijau.
“Ngga kuk! Aku meletakkan selendangku bareng punya kalian kok tadi!” suara Kuning ketakutan.
“Ya udah, kita ngga punya banyak waktu! Maaf, Kuning kami harus segera pergi! Kalau tidak kita semua tidak akan bisa kembali ke khayangan dan ayah akan marah dan ujung-ujungnya kita ngga akan diizinkan lagi turun ke bumi!” kata Bidadari Merah.
“Kak, aku tadi meletakkannya di sini bareng milik kalian! Tapi kenapa ngga ada? Kakak jangan tinggalkan aku sendiri. Aku baru pertama kali turun ke bumi! Aku ngga tahu bagaimana keadaan bumi . Kak! Tolong aku!” kata Kuning memelas.
“Iya, kak Merah, kasihan Kuning jika kita tinggal di sini sendirian,” kata Bidadari Pink.
“Sudahlah, ayo, Kak Merah kita segera naik ke khayangan! “ bujuk Bidadari Biru.
“Ayo bergegas! Kita berangkat! Kalau yang mau tetep di bumi dan membuat ayah murka, silakan tinggal bersama Kuning!” kata Merah.
“Adik, maafkan kami. Kami harus pergi! Setelah di khayangan akan kami cari cara membawamu pulang tanpa selendangmu. Berhati-hatilah! Good Luck yah!” kata Bidadari Putih.
“Kami pergi dulu, Dik Kuning!” kata para bidadari serentak.

Di balik semak-semak, Jaka Tarub yang sedari tadi melihat tragedi itu benar-benar merasa bersalah. Kenapa ia memakai kain kuning yang ternyata adalah milik Bidadari Kuning dan melemparnya di semak-semak sehingga para bidadari itu tidak dapat menemukannya. Ia benar-benar tidak sengaja melakukan ini semua. Sebagai penebus rasa bersalahnya ia kemudian mendekati Bidadari Kuning itu. Dan beginilah jika seorang Jaka Tarub menghadapi wanita.
“Maaf, Kenapa adik hampir malam begini masih berada di tengah hutan? Apakah gerangan yang adik lakukan?” kata Sang Jaka.
“Aku sedang sial! Baru pertama kali datang ke bumi sudah harus mendapatkan cobaan seberat ini. Aku ngga bisa pulang ke khayangan. Aku bingung! Aku harus bagaimana? Di mana selendangku? Siapa yang telah iseng mengambilnya dariku?“ jelas Kuning panjang lebar tentang asal usul dan kejadian yang baru saja dialaminya sambil menangis tersedu-sedu.
“Sudahlah Tuan Putri, sebaiknya Tuan Putri ikut dengan saya saja. Berbahaya malam-malam ada dalam hutan sendirian. Kalau tiba-tiba ada singa, ular kobra atau harimau yang tiba-tiba datang bagaimana? Belum lagi kalau ada perampok atau garong yang tiba-tiba mendekati Tuan putri, saya tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya nanti, “ kata Jaka.
“Tapi aku tidak punya siapa-siapa! Kakak-kakakku saja tidak peduli dengan nasibku!” kata Kuning.
“Jika Tuan Putri tidak keberatan, Anda bisa ikut dengan saya mengembara. Daripada anda di sini sendirian? Ya, itu kalau Tuan Putri tidak keberatan. Kalau keberatan ya biar saya bantu membawakan. he..he..he..” kata Jaka mencoba membuat lelucon.
“Tetapi aku belum mengenal siapa Anda, bagaimana kalau...” kata Kuning ragu.
“Perkenalkan, nama saya Jaka Tarub, Siapa nama Anda, Tuan Putri? “ katanya sambil mengulurkan tangannya pada Bidadari Kuning.
“Namaku Kuning. Di khayangan aku dipanggil Bidadari Kuning!”
“Ow, Kuning? ! Bagaimana, maukah Anda ikut dengan saya. Tidak perlu khawatir, saya tidak akan macam-macam dengan Anda, percayalah,” kata Jaka mencoba meyakinkan Kuning.
“Baiklah, Tuan Jaka, aku akan ikut dengan Anda!”
“Panggil aku Jaka saja, biar lebih akrab,”
“Baiklah, Jaka!”
***********

Setelah hampir enam bulan lamanya Kuning mengikuti pengembaraan Jaka ke berbagai tempat dan hubungan di antara keduanya semakin akrab dan intim, maka pada suatu hari Jaka memutuskan untuk berbicara tentang sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya kepada Kuning. Waktu itu mereka sedang singgah di sebuah daerah di tepi pantai. Dan sore itu keduanya sedang duduk terdiam di bibir pantai.
“Suasana senja seperti ini mengingatkan aku pada kakak-kakakku. Aku kangen pada mereka. Aku kangen ayah ibuku di khayangan. Entah bagaimana aku bisa bertemu mereka lagi. Aku ...” isak Kuning.
“Sudahlah, Dik Kuning. Tidak udah kau pikirkan lagi masa lalumu. Sekarang mari kita pikirkan masa depan kita. Sudah hampir enam bulan ini kita bersama dan aku merasa kita memiliki banyak kesamaan sifat. Aku juga sangat nyaman jika ada kamu disampingku. Aku sudah lama membujang. Usiaku juga semakin tua. Maukah kamu menjadi istriku? Setelah kita menikah nanti aku janji akan membuatmu bahagia dan melindungimu dari marabahaya. Aku juga bersedia menghentikan hobiku untuk berkelana dan hidup denganmu. Membangun rumah agar kamu tidak perlu capek mengikutiku berkelana. Kita tinggal di sini saja. Dekat dengan laut. Mudah untuk mencari makan. Pemandangan di sini juga sangat indah. Deburan ombak dan pasir putihnya membuat kita damai jika berada di sini. Bagaimana? Maukah kamu menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?” pinta Jaka sambil menatap gadis di sampingnya itu.
“Aku,,Baiklah..aku bersedia menjadi istrimu, Kang jaka!”
Pernikahan antara Jaka Tarub dan Bidadari Kuning pun terlaksana jua di Desa Suka Ikan yang letaknya tidak jauh dari pantai. Mereka kemudian menetap di desa tersebut setelah menikah. Sifat supel yang dimiliki Jaka membuat ia dengan mudah mendapatkan simpati dari warga. Pembuatan rumah pun didapat Jaka secara gratis. Warga sekitar rela bergotong royong membuat rumah bagi Jaka dan Kuning.
********

Setelah satu tahun menikah, akhirnya Kuning melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan. Anak itu mereka beri nama Putra Samudera Kehidupan. Mereka berharap anaknya itu bisa menjadi seorang pelaut yang mampu mengarungi berbagai benua.
“Dik Kunim, akhirnya kita memiliki putra yang sangat tampan! Itu karena bapaknya yang ganteng kan?” kata Jaka.
“Iya, karena sumbangan ibunya yang cantik juga makanya Samudera tampan. Lalu tadi kangmas bilang apa? Kunim? Siapa Kunim? Selingkuhan kakang ya?!!!!” kata Kuning tidak mau kalah.
“Duh, istriku ini. Kalau marah jadi semakin cantik. Kunim kepanjangan dari Kuning Imut. ha..ha..ha..” Jaka merajuk.
“Bisa ajah, Kakang Jaka ini! Gombal wewe!!!!” Kuning tersipu malu.
********

Sementara itu di tempat lain, Kakak-kakak Kuning, para bidadari sedang bingung mencari keberadaan Kuning. Setiap mandi di Sungai Sepanjang Masa mereka selalu berharap kalau adik terkecilnya itu akan menemui mereka, tetapi setelah bertahun-tahun, harapan itu tidak pernah terlaksana.
Pada suatu hari ketika mereka mandi di sungai, tiba-tiba ada sebuah selendang kuning yang sudah robek-robek dan agak usang warnanya. Spontan, Bidadari Hijau yang tidak sengaja mendapatkannya pun teriak, “Loh..loh..loh..Bukannya ini selendang si Kuning?”
“Coba liat!” kata si Merah.
“Iya, Kak Mer, itu memang punya adik Kuning!” kata Bidadari Pink.
“Lantas, di mana ia sekarang?” tanya Bidadari Putih.
“Bagaimana kalau kita cari Kuning. Senyampang hari masih belum terlalu sore! Bagaimana?” usul Bidadari Ungu Violet.
“Aku setuju dengan ide kak Ungu!” seru Bidadari Putih.
“Baiklah, mari kita cari!” seru Bidadari Biru.
“Apapun yang terjadi kita jangan sampai berpisah. Waspada kalau ada apa-apa nanti selama mencari Kuning. Ketika hari sudah mulai gelap, segera pulang ke khayangan!” kata Merah memberi instruksi pada adik-adiknya.
Hingga hari hapir gelap, tapi pencarian terhadap Kuning tidak menemukan hasil. Berbulan-bulan pencarian ini dilakukan selepas bidadari-bidadari ini mandi di Sungai Sepanjang Masa, sampai pada suatu hari secara tidak senagaja Bidadari Merah melihat ada bekas goresan di pohon kelapa bertuliskan, “AKU BENCI PADA KALIAN YANG TELAH MENELANTARKAN AKU. AKU MERINDUKAN ISTANA SANTAI SEJENAK! AYAH..IBU..”
“Lihatlah! Bukankah ini tulisan si Kuning?” kata Merah.
“Ya, aku juga yakin itu tulisan Kuning! Hobinya memang menulis di pohon kan waktu di khayangan?” kata Bidadari Biru.
“Berarti ia ada di sekitar sini. Paling tidak ia pernah singgah di tempat ini! Ayo kita cari!” kata Bidadari Pink.

Mereka kemudian mencari bidadari Kuning, adiknya. Sampailah mereka pada sebuah gubuk yang didalamnya terdengar suara bayi yang meraung-raung. Ada seorang wanita yang sedang menyusui anaknya. Dari belakang para bidadari itu dapat mengenali siapa wanita itu.
“Kuning!?” panggil Bidadari Pink.
Yang dipanggil pun menyahut. “ Kakak!? Kenapa kakak ada di sini?”
“Ceritanya panjang! Ayah dan ibu sangat merindukanmu! Ayah sekarang sedang sakit keras. Sudah hampir setahun ini ayah sakit! Ayah merindukanmu, Dik!” kata Bidadari Biru.
“Tapi sekarang aku tidak bisa pergi, Kak! Aku sudah menikah dengan Kakang Jaka Tarub. Seorang pemuda yang telah menolongku saat kalian meninggalkanku di hutan dua tahun yang lalu. Aku sekarang juga telah memiliki anak, aku ngga bisa meningglkan mereka!” kata Kuning.
“Jadi kamu lebih memilih mereka dari ayahmu sendiri?” kata Bidadari Hijau.
“Maaf, tapi aku tidak bisa pergi tanpa izin dari suamiku, dosa, Kak. Suamiku sedang melaut sekarang. Paling tidak tunggulah sampai ia pulang!” kata Kuning.
“Sudahlah! Jangan banyak alasan. Ini selendangmu sudah kami temukan! Segera pakai dan kita pulang!” bentak Merah.
“Tidak! Aku tidak akan pergi!” jawab Kuning tegas.
“Seret dia! Paksa ia pakai selendang kuningnya!” kata Merah.
“Tidak! Aku tidak mau pergi bersama kalian! Jangan pisahkan aku dengan anakku!” Kuning meraung meminta pertolongan.
“Ayo kita pulang! Segera terbang sebelum hari menjadi gelap! Kita ngga punya banyak waktu!” kata Bidadari Hijau.
“Tolong! Tolong!Tolong!” Kuning meronta karena dipisahkan dari Samudra, anaknya.
“Weh, mau dibawa ke mana Non Kuning?!! Tolong...Tolong...Tolong...!!” kata seorang warga yang kebetulan melihat penculikan itu. Bapak itu berusaha membantu, tetapi Kuning dan kakak-kakaknya sudah keburu terbang.
“Duh, betapa malang nasibmu, Nak!” kata bapak tetangga itu sambil menggendong Samudera.
*******






Sore harinya, ketika Jaka kembali dari laut, ia benar-benar terkejut melihat rumahnya sepi. Biasanya ketika ia pulang melaut, pasti Kuning akan menunggunya di depan rumah sambil menggendong Samudera. Senyuman dari bibir Kuning akan membuat rasa cape Jaka setelah seharian melaut hilang seketika. Tiba-tiba.
“Ini Anakmu, Jaka! Tadi istrimu diculik oleh enam orang bidadari. Istrimu dibawa terbang oleh mereka!” kata Bapak tetangga yang tadi kebetulan melihat kejadian tadi siang sambil memberikan Samudera kepada Jaka.
“Pasti mereka bidadari-bidadari itu. Mereka akhirnya bisa menemukan Kuning,” guman Jaka Tarub. “Terima kasih, Pak!”
“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya bapak tetangga itu.
“Istriku adalah bidadari dari khayangan. Sewaktu ia sedang mandi di bumi, aku mencuri selandangnya dan membuangnya. Aku tidak tahu kalau itu miliknya. Selama ini aku tidak pernah jujur padanya kalau aku yang mengambil selendang itu. Mungkin ini karma bagiku. Sekarang kamu ngga akan pernah melihat ibumu lagi, Samudra,” kata Jaka sambil menimang Samudera, anaknya. Tanpa terasa air matanya meleleh dan mengenai pipi Samudra.